Pembaca Gimbot yang mengikuti dunia mobile game dan suka hal-hal berbau Jepang mungkin sudah tahu tentang Arknights. Game bergenre tower defense RPG yang dirilis awal tahun 2020 ini memang cukup menarik perhatian. Selain karena gameplay yang memang seru dan menantang, desain karakternya pun keren sehingga kita jadi bersemangat untuk mengoleksi semuanya. Game ini juga mengandung apa yang saya sebut sebagai “meme factor”, artinya banyak hal di dalamnya berpotensi untuk dijadikan bahan humor internet.
Arknights sukses menggaet sejumlah kru Gimbot jadi penggemar, salah satunya saya. Tapi kali ini saya tidak akan membahas soal gameplay, atau cerita, atau siapa waifu-mu karena waifu saya sudah pasti lebih baik. Saya ingin mengajak kamu mengapresiasi suatu hal dalam Arknights yang tidak begitu menonjol, tapi sebetulnya berperan besar membuat game ini layak dimainkan: desain user experience (UX).

Apa itu user experience? Secara gampang, user experience adalah segala hal yang dirasakan user ketika ia berinteraksi dengan sebuah produk. Antarmuka alias user interface adalah salah satu faktor yang mempengaruhi, namun bukan satu-satunya. Di dalamnya ada juga aspek kemudahan penggunaan (usability), kesenangan yang diperoleh (fun), kelengkapan fungsi, branding, dan lain-lain. Dalam konteks video game, user experience bisa diartikan sebagai segala aspek yang membuat game itu nyaman untuk dimainkan.
Tentu saja kalau kita bicara soal kenyamanan, pasti mayoritas unsur yang menentukannya adalah hal-hal subjektif yang tidak bisa diukur. Namun ada juga hal-hal yang bersifat diskrit dan bisa kita nilai secara jelas perannya dalam peningkatan user experience. Berikut ini adalah lima contoh di antaranya, yang dapat kita temukan dalam Arknights.
1. Home Shortcut
Arknights, sebagaimana mobile game lainnya yang bergenre RPG, punya presentasi visual yang sebagian besar terdiri dari menu. Ada menu untuk memilih misi, manajemen Operator (sebutan untuk karakter playable di Arknights), pembelian IAP, dan yang tak boleh ketinggalan, gacha.
Masalah yang sering muncul di game pada umumnya adalah terlalu banyak menu untuk diklik, alhasil navigasi dari satu fitur ke fitur lainnya jadi terasa melelahkan. Lebih parah lagi bila game tersebut bersifat online. Perpindahan menu jadi jauh lebih lambat karena setiap harus terus-menerus bertukar data dengan server. Ada mobile game di luar sana yang sebenarnya saya rasa bagus, tapi akhirnya berhenti saya mainkan karena masalah ini.

Arknights meminimalkan “pain point” tersebut dengan cara yang menurut saya sangat elegan. Developernya meletakkan sebuah tombol “Home” yang selalu ada di ujung kiri atas layar, tapi ketika kamu menekannya, kamu tidak akan terlempar ke layar Home. Yang terjadi justru adalah munculnya menu shortcut berisi semua fitur dalam Arknights, yang secara normal dapat kamu akses dari layar Home.
Katakanlah kamu baru menyelesaikan suatu misi, lalu ingin pindah ke menu untuk upgrade Operator. Di banyak game lain, kamu harus melakukan transisi layar setidaknya dua kali, pertama ke Home kemudian baru ke manajemen karakter. Arknights memangkas waktu transisi tersebut menjadi tinggal setengahnya dengan cara yang elegan. Less waiting, more playing!
2. Item Tracking
Tak jauh beda dari pakem RPG mobile pada umumnya, dalam Arknights kamu juga bisa meng-upgrade level karakter beserta skill miliknya. Kemudian ketika karakter tersebut sudah mencapai level maksimal, kamu bisa melakukan promosi ke pangkat yang lebih tinggi, di mana ia akan memperoleh peningkatan stat atau skill baru. Kesempatan promosi serta hasil yang didapat tentunya bergantung dari kelangkaan (rarity) si karakter.

Nah, untuk melakukan promosi tersebut syaratnya tidak mudah. Kita harus mengumpulkan item tertentu terlebih dahulu, dan setiap karakter memiliki kebutuhan item berbeda-beda. Jadi kita harus senantiasa memantau berapa jumlah item yang kita miliki, kemudian mencari cara mendapatkan item tersebut, entah lewat misi pertarungan, crafting, atau cara lainnya.
Arknights memungkinkan kita memantau ketersediaan item dengan sangat mudah. Setiap kali kita mengklik suatu item, akan muncul jendela pop-up yang menunjukkan cara memperolehnya. Kemudian jendela tersebut bisa kita klik untuk langsung melompat ke lokasi yang dimaksud, baik itu misi ataupun Workshop tempat crafting.
Fitur item tracking ini juga muncul ketika kita sedang berada di layar pemilihan misi. Katakanlah saya sedang grinding untuk mengumpulkan item bernama Frontline Battle Record. Di misi yang memberikan imbalan item tersebut, kita dapat mengklik ikon item-nya, dan akan muncul keterangan tentang berapa banyak Frontline Battle Record yang sudah saya miliki. Kita jadi langsung tahu berapa kali misi harus kita ulang agar mendapat jumlah item yang kita inginkan. Ini jauh lebih efektif daripada harus membuka-buka menu inventory lagi untuk mengecek jumlahnya.

3. Sign-In Otomatis
Sudah jadi kewajaran bila mobile game memberikan kita suatu imbalan ketika login. Sayangnya, di banyak game lain, imbalan ini sering kali berada di balik satu menu tersendiri. Kita harus secara manual memasuki menu tersebut, kemudian mengklik “sign-in” atau tombol sejenis supaya imbalannya bisa kita terima. Lebih parah lagi, terkadang imbalan itu tidak langsung masuk ke inventory utama, melainkan masuk ke tempat penyimpanan lain seperti inbox atau gift box.
Arknights menghapus kerepotan tersebut dengan langsung menyuguhkan layar sign-in reward setiap kali kita bermain untuk pertama kalinya dalam sehari. Fitur yang satu ini dampaknya tidak sedramatis dua fitur yang kita bahas sebelumnya, tapi secara pribadi membuat saya sangat senang. Saya selalu menganggap menu sign-in reward sebagai salah satu cara developer meningkatkan “daily time spent” di aplikasi mereka secara artifisial. Developer Arknights tidak seperti itu.

4. Daily/Weekly Missions yang Fleksibel
Satu lagi aspek yang membuat Arknights menyenangkan untuk dimainkan adalah cara developernya merancang sistem Daily Missions dan Weekly Missions. Sesuai namanya, Daily/Weekly Missions adalah serangkaian tugas yang harus kita selesaikan dalam waktu sehari atau seminggu. Bila kita berhasil melakukan semuanya, kita akan mendapat imbalan.
Arknights tidak mewajibkan kita untuk melakukan satu set tugas secara spesifik. Mereka justru menggunakan sistem poin, kemudian menyediakan banyak variasi tugas yang masing-masing punya poin berbeda. Daily/Weekly Missions pada dasarnya hanyalah target, berapa jumlah poin yang harus kita dapatkan dalam waktu sehari dan seminggu. Tapi kita dibebaskan memilih misi apa pun yang kita inginkan.

Saya bukan pemain hardcore, dalam sehari paling-paling saya hanya main Arknights satu atau dua sesi. Terkadang saya cuma ingin rileks, atau ingin ada hiburan yang menemani selagi saya melakukan hal lain. Ketika dalam mood seperti ini, saya mungkin hanya akan memainkan Arknights dengan auto battle untuk grinding uang atau experience points. Bahkan dengan cara main sesantai itu pun, saya tetap bisa memenuhi syarat Daily/Weekly Missions. Rasanya benar-benar dimanja!
5. Sanity Refund
Arknights adalah game yang cukup susah. Di RPG mobile pada umumnya, kebanyakan pertarungan bisa diselesaikan dengan cara “grinding sampai levelmu cukup tinggi”. Tapi di Arknights itu tidak cukup. Kita tetap harus memperhatikan Operator apa yang kita gunakan, posisi Operator di pertarungan, sinergi antar Operator, dan masih banyak lagi elemen strategi lain.
Seperti mobile game pada umumnya, Arknights juga menggunakan sistem “stamina” untuk menjalankan misi, di sini disebut dengan istilah Sanity. Semakin tinggi level suatu misi, semakin besar imbalannya, tapi makin besar juga nilai Sanity yang harus kita bayar. Tentu akan sangat mengecewakan kalau kita sudah membayar Sanity mahal-mahal tapi kemudian gagal menyelesaikan misi, dan percayalah, di game ini kamu akan sering sekali gagal.

Di sinilah Arknights kembali memanjakan pemainnya dengan sistem Sanity Refund. Bila kita gagal dalam sebuah misi, Sanity yang kita bayar akan dikembalikan. Tidak 100% sih, tapi paling-paling kita hanya perlu membayar 1 poin, dibandingkan 20 atau 30 poin ongkos Sanity aslinya. Arknights mendorong kita untuk tidak takut pada kegagalan dan terus mencoba misi sampai berhasil. Mereka juga menyediakan fitur Training kalau kamu ingin mencoba misi tanpa risiko, tapi menurut saya fitur ini bahkan tidak perlu karena sudah ada Sanity Refund.
Dampak Secara Holistik
Aspek-aspek di atas kalau dilihat satu-persatu mungkin akan terkesan remeh. Tapi ketika semuanya bekerja secara sinergis, hasilnya adalah sebuah pengalaman bermain yang sangat nyaman, menyenangkan, dan bebas dari stres. Jelas masih ada stres datang dari kesulitan menyelesaikan misi, tapi itu adalah stres yang menyenangkan, bukan sekadar wasting time akibat desain user experience yang jelek.
Masih banyak hal-hal kecil dari Arknights yang menurut saya patut diapresiasi, dan jujur saya hal-hal kecil inilah yang membuat saya jadi menyukai Arknights. Developer game ini, Hypergryph adalah developer yang produknya tidak pernah saya mainkan sebelumnya. Namun setelah melihat dan merasakan betapa perhatiannya mereka pada rancangan UX di Arknights, kelihatannya Hypergryph bisa jadi developer mobile game favorit saya di masa depan.
Perhatian lebih pada UX menurut saya khususnya krusial pada mobile game, atau game bersifat live service secara umum. Game semacam ini pasti tidak akan stagnan, akan terus tumbuh dengan tambahan konten dan fitur. Kemudian akan ada titik di mana game menjadi terlalu kompleks atau besar sehingga merepotkan untuk dimainkan. Arknights umurnya belum terlalu lama, namun dari apa yang mereka tunjukkan sekarang, saya merasa Yostar tidak akan jatuh dalam perangkap tersebut. Semoga saja tebakan saya benar.
