Patapon 2 Remastered, Layak Beli Atau Tidak?


Patapon 2 Remastered menjanjikan kesenangan persis versi orisinalnya. Tapi ada aspek fatal yang membuat game ini meragukan untuk dibeli.

Patapon adalah seri game rhythm unik yang dulunya dikembangkan oleh Japan Studio eksklusif untuk platform PSP. Inovasinya saat itu, yaitu menggabungkan rhythm dengan gaya permainan yang mungkin bisa disebut “side-scrolling real time strategy”, membuat seri ini langsung jadi kegemaran banyak orang. Patapon kemudian mendapat dua sekuel, Patapon 2 dan Patapon 3, masing-masing dengan penambahan elemen gameplay yang membuatnya semakin menarik.

Belum lama ini Sony dan JAPAN Studio merilis Patapon 2 Remastered untuk PS4, menyusul Patapon Remastered yang sudah terbit lebih dulu di tahun 2017 kemarin. Seperti apa kualitas remaster yang dihasilkan? Apakah cukup layak untuk dibeli, terutama kalau kamu sudah main Patapon 2 versi PSP? Bagaimana juga dengan pemain yang belum pernah mencoba seri Patapon sama sekali?

Masih Patapon 2 yang Sama

Patapon 2 Remastered, pada intinya, masih merupakan game yang sama dengan Patapon 2 versi orisinal. Di sini kamu berperan sebagai seorang dewa yang dipuja-puja oleh makhluk monokrom berbentuk bulat-bulat lucu. Kamu bisa memerintah makhluk-makhluk ini untuk melakukan sesuatu dengan cara memainkan musik, dan suara yang kamu hasilkan akan menentukan aksi apa yang mereka lakukan.

Kamu harus menuntun makhluk-makhluk aneh tersebut, yang disebut sebagai suku Patapon, untuk mencari tanah impian bernama Earthend. Sepanjang perjalanan kamu akan melalui berbagai misi, melawan bermacam-macam musuh, mengumpulkan sumber daya alam, serta mengembangkan suku Patapon agar jadi lebih kuat.

BACA JUGA: Review Dreams Universe â€“ Kuas dan Kanvas untuk Wadah Kreativitas

Konsepnya sederhana, tapi implementasinya dalam gameplay cukup unik dan seru. Selagi berkonsentrasi mengikuti irama dan menabuh drum, kamu harus memperhatikan apa yang terjadi di layar, kemudian menyesuaikan pilihan aksi sesuai kebutuhan. Kapan kamu harus menyuruh suku Patapon berjalan, menyerang musuh, bertahan, dan sebagainya. Tingkat kesulitan yang diberikan juga cukup menantang, ditambah lagi ada elemen RPG ringan di dalamnya.

Pasukanmu di suku Patapon terdiri dari bermacam-macam kesatria. Sebagian mungkin ahli dalam serangan jarak jauh, namun punya ketahanan yang lemah. Ada juga yang punya ketahanan kuat tapi hanya bisa menyerang dari jarak dekat. Satu tambahan baru yang ada di Patapon 2 adalah sistem Hero, di mana kamu bisa merekrut Patapon dengan keahlian-keahlian khusus untuk menyelesaikan masalah yang mungkin kamu temui dalam pertarungan.

Tak Bisa Menyamarkan Usia

Patapon 2 Remastered mempertahankan seluruh aspek dari Patapon 2 orisinal hingga nyaris 100%, termasuk fitur-fitur yang saat ini sudah tidak sesuai standar game modern. Salah satunya yaitu tidak ada fitur auto save, jadi kamu tidak boleh lupa menyimpan data setiap kali akan berhenti bermain. Mungkin JAPAN Studio bermaksud memberikan pengalaman yang paling murni, tapi menurut Gimbot, versi remaster harusnya bisa melakukan penyesuaian perkembangan zaman.

Tidak adanya pembaruan fitur itu sebetulnya bukan masalah besar. Masalah yang lebih penting untuk dibahas adalah kualitas remaster yang diberikan, terutama secara visual. JAPAN Studio menjanjikan pembaruan visual dengan dukungan resolusi hingga 4K di PS4 Pro, juga menjanjikan “garis-garis dan tekstur terhalus”. Ternyata pada praktiknya, kualitas visual dalam Patapon 2 Remastered tidak sebagus itu. Lebih tepatnya, tidak konsisten.

Memang benar, ada bagian-bagian visual yang diubah menjadi tampak lebih tajam. Terutama pada sprite para prajurit Patapon dan musuh-musuhnya, juga gambar latar belakang. Namun banyak juga elemen yang tidak dibuat ulang. Objek-objek dua dimensi, seperti teks, antarmuka, serta video pre-rendered, semuanya terlihat agak buram. Mungkin hal ini tidak kelihatan di screenshot, baru akan kamu temukan kalau main secara langsung.

Gimbot bisa maklum bila keburaman ini muncul di video pre-rendered, karena untuk membuat ulang video pasti butuh usaha cukup banyak. Tapi seharusnya JAPAN Studio meng-update antarmuka agar nyaman dilihat. Minimal memberikan opsi filter, seperti yang dilakukan oleh sejumlah game lain. Absennya opsi tersebut membuat Patapon 2 Remastered jadi tidak terasa seperti remaster, melainkan sebuah port saja.

Harus Berani Kompromi

Kalau kamu mengira kualitas remaster di bawah standar adalah isu terbesar di game ini, kamu salah. Ada satu masalah lagi yang sebetulnya di game lain tidak akan begitu terasa, tapi jadi fatal di Patapon 2 Remastered yang merupakan sebuah game bergenre rhythm. Sampai sini barangkali kamu sudah bisa menebak masalah apa yang Gimbot maksud. Benar sekali, masalah itu adalah input lag.

Rasanya Gimbot tidak perlu menjelaskan mengapa input lag dalam sebuah game rhythm hukumnya haram. Bagaimana bisa game rhythm dinikmati kalau semua tombol yang kita tekan selalu meleset sepersekian detik? Kalau kamu sering main game rhythm di mobile, kamu tentu tahu bahwa bahkan sudah jadi standar, sebuah game rhythm harus memiliki pilihan setting tersendiri untuk mengatur input latency. Karena hal itu tidak ada di Patapon 2 Remastered, kamu jadi harus menyesuaikan semua pencetan tombol agar sedikit tidak berbarengan dengan suara.

Gimbot sempat ragu-ragu apakah input lag ini benar-benar ada atau tidak. Jangan-jangan hanya Gimbot saja yang cupu memainkannya. Tapi ternyata pengalaman serupa dialami juga oleh banyak orang, bahkan ini bukan pertama kalinya! Patapon Remastered pun memiliki masalah yang sama, menjadikannya lebih parah lagi karena itu berarti JAPAN Studio tidak belajar dari pengalaman.

Bahasan tentang input lag ini juga banyak jadi materi debat di forum-forum penggemar Patapon. Ada yang berkata bahwa input lag itu tidak ditemukan kalau kita menggunakan televisi canggih dengan gaming mode. Ada juga yang bilang bahwa sebenarnya ini bukan input lag, melainkan sound lag. Kalau kita bermain menggunakan headphone, lag tersebut akan hilang.

Mana pun yang benar, kesimpulannya tetap sama: Patapon 2 Remastered punya sebuah masalah. Bisa jadi kamu tidak merasakan masalah tersebut, karena ternyata ada sejumlah pemain yang merasa game ini baik-baik saja. Tapi soal lag ini sangat krusial, sehingga kalau kamu menemukan kasus serupa, sebaiknya jangan kaget saja.

Kesimpulan

Patapon 2 adalah game yang lucu, unik, dan seru untuk dimainkan. Gimbot tidak akan memungkiri hal itu. Patapon 2 Remastered, di sisi lain, adalah produk yang sulit sekali untuk direkomendasikan. Gimbot masih bisa menerima kualitas visual yang kurang konsisten, atau fitur yang ketinggalan zaman. Namun main game rhythm dengan ada input lag itu seperti main game balap tapi tanpa tombol rem. Satu kekurangan yang terlihat kecil dapat berpengaruh besar sekali pada kenyamanan main keseluruhan.

Kalau kamu fans berat Patapon dan merasa harus punya game ini, silahkan saja membeli. Tapi kalau kamu bukan penggemar setia dan hanya sedang mencari game rhythm untuk menghibur diri, di luar sana masih banyak pilihan lain yang lebih aman. Patapon 2 Remastered masih menyimpan segala kesenangan yang dulu ada di game orisinalnya. Sayang, kesenangan itu baru akan kamu dapat kalau kamu terbuka terhadap kompromi besar.


Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments
Ayyub Mustofa

Jarang main game sampai tamat kecuali untuk review. Menyukai hampir semua genre, dan hingga kini masih menunggu kemunculan Megaman X9.