Film Sonic the Hedgehog Raup Rp2,9 Triliun, Bisakah Lampaui Detective Pikachu?


Film Sonic the Hedgehog meraup pemasukan US$210 juta atau sekitar Rp2,9 triliun, padahal baru tayang 10 hari. Sudahkah kamu menontonnya?

Film Sonic the Hedgehog telah jadi perbincangan hangat di dunia pecinta film dan game selama setengah tahun terakhir. Setelah kemunculan trailer perdana dan desain karakter Sonic yang dihujat habis-habisan, Paramount Pictures selaku studio produksinya tampak serius dalam merebut kembali kepercayaan penggemar.

Mereka berjanji akan membuat ulang desain Sonic dari awal, bahkan sengaja mengundur tanggal rilis film ini untuk memastikan para animator tidak bekerja terlalu keras. Paramount juga mendatangkan bantuan dari Tyson Hesse, ilustrator dan animator yang telah berpengalaman mengerjakan Sonic dalam berbagai media. Karya Tyson Hesse mencakup komik resmi Sonic the Hedgehog, video animasi pembuka Sonic Mania, hingga animasi untuk iklan Sonic Team Racing.

Desain baru Sonic diungkap dalam trailer pada bulan November 2019, dengan tanggal tayang film mulai 14 Februari 2020. Trailer dan desain baru tersebut langsung disambut baik oleh banyak orang, tapi tetap ada kekhawatiran apakah film ini akan “balik modal” atau tidak. Sempat beredar rumor bahwa ongkos perombakan desain Sonic mencapai US$35 juta (sekitar Rp489 miliar), dan film ini diprediksi tidak akan terlalu sukses. Apalagi mengingat tanggal tayangnya berdekatan dengan film keluaran DC, Birds of Prey.

Betapa hebohnya dunia perfilman ketika Sonic the Hedgehog berhasil mematahkan seluruh prediksi tersebut. Film ini ternyata sukses besar, bahkan mencetak sejarah sebagai film adaptasi video game dengan penghasilan tertinggi di akhir pekan pertama. Hanya dalam tiga hari, Sonic the Hedgehog berhasil meraih pemasukan US$57 juta (sekitar Rp796 miliar), mengalahkan pemegang rekor sebelumnya yaitu Detective Pikachu yang “hanya” US$54 juta.

Baru-baru ini Paramount Pictures dan SEGA mengumumkan suatu hal yang lebih menggembirakan lagi. Sepuluh hari berlalu sejak dirilis, rupanya film Sonic the Hedgehog telah berhasil mengantongi pemasukan sebanyak US$210 juta, atau kurang lebih Rp2,9 triliun! Pengumuman ini sekaligus juga mengonfirmasi bahwa Sonic the Hedgehog telah balik modal, bahkan untung besar, lebih dari dua kali lipat biaya produksinya yang diperkirakan sebesar US$95 juta. Biaya desain ulang karakter Sonic juga ternyata bukan US$35 juta melainkan hanya US$5 juta.

Perolehan tersebut menempatkan Sonic the Hedgehog sebagai film nomor satu di dunia yang sedang tayang saat ini. Dan kalau kamu sudah menontonnya, mungkin kamu tahu bahwa besar kemungkinan film ini akan mendapat sekuel. Tapi karakter yang punya julukan “Blue Blur” ini masih punya tantangan lain untuk diselesaikan. Kita masih belum tahu, berapa total pemasukan akhir film ini setelah selesai tayang.

Sonic hanya perlu memasukan cincin tersebut ke Cina supaya menang | Sumber: Polygon

Saat ini rekor pemasukan tertinggi untuk film adaptasi video game dipegang oleh Warcraft, dengan raihan mencapai US$439 juta. Di bawahnya ada Detective Pikachu dengan pemasukan US$430 juta. Tapi Sonic the Hedgehog masih berada di minggu kedua, masih ada waktu lama untuk mengejar. Ditambah lagi, film ini belum tayang di semua negara. Masih ada negara lain seperti Jepang yang baru bisa menikmatinya bulan depan, atau Cina yang masih belum jelas kapan film ini dirilis.

BACA JUGA: Game Sonic Terbaik Sepanjang Sejarah yang Layak Kamu Coba!

Khusus untuk Cina, Paramount telah mengumumkan penundaan sampai waktu yang tak ditentukan karena risiko virus Corona. Padahal Cina adalah negara dengan pasar yang sangat besar. Warcraft bisa jadi contoh yang menunjukkan pentingnya Cina. Lebih dari setengah pemasukannya datang dari negara Cina, dengan jumlah mencapai US$221 juta.

Bila Sonic the Hedgehog sudah bisa mencapai seluruh bioskop di dunia secara merata, mungkin sekali film ini bisa jadi nomor satu, melampaui Detective Pikachu atau Warcraft sekalipun.


Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments
Ayyub Mustofa

Jarang main game sampai tamat kecuali untuk review. Menyukai hampir semua genre, dan hingga kini masih menunggu kemunculan Megaman X9.