Pentingnya Fitur Custom Map/Mod Yang Sehat Dalam Sebuah Game


Custom Map atau Mod adalah tempat lahirnya konten-konten kreatif atau bahkan ide cemerlang baru dari pemain sehingga tidak bisa diremehkan.

pentingnya-custom-map-game-featured

Beberapa minggu lalu, Blizzard merilis Warcraft 3: Reforged yang kemudian berakhir menjadi bencana. Banyak penggemar dan pembeli yang merasa kecewa sampai akhirnya game ini mendapatkan rekor sebagai game dengan skor user review terburuk di Metacritic.

Ada banyak alasan mengapa Warcraft 3: Reforged sangat mengecewakan. Beberapa di antaranya adalah beberapa elemen permainan yang tidak sesuai dengan yang dijanjikan hingga fitur yang minim. Tapi satu poin yang menarik sangat menarik perhatian saya adalah kebijakan baru Blizzard terhadap Mod atau lebih tepatnya Custom Map.

Sebenarnya ketimbang menarik, saya rasa kebijakan ini lebih cocok disebut mengecewakan. Melalui kebijakan tersebut, Blizzard secara tidak langsung membuat pengguna enggan menggunakan Custom Map.



Ini sangat disayangkan karena Mod, Custom Map, atau alat serupa yang memungkinkan pemain membuat konten sendiri di dalam sebuah game adalah aset yang sangat berharga bagi developer dan publisher.

Potensi Konten Yang Tidak Pernah Habis Dari Pemain Untuk Pemain

pentingnya-custom-map-game-wc3-editor

Mod atau Custom Map adalah fitur yang memungkinkan pemain untuk membuat sebuah konten baru dalam game. Biasanya konten ini selalu berkisar pada core gameplay dari game tersebut. Misal ketika membuat sebuah konten di Super Mario Maker 2, kamu akan membuat konten yang berkisar pada platformer. Ketika membuat konten di Warcraft 3, kamu akan membuat konten yang berkisa para real-time strategy, dan seterusnya.

Ketika menyediakan Mod atau Custom Map, developer game berarti membuka lebar pintu bagi pemainnya untuk berkreasi sesuka hati. Tidak tanggung-tanggung, beberapa game bahkan berusaha keras agar fitur Mod atau Custom Map mereka punya alat yang intuitif dan mudah dipahami oleh siapapun. Sebagai contoh, kamu bisa melihat fitur Level Creation di Super Mario Maker 2 di mana untuk membuat sebuah level, kamu tinggal menarik, meletakkan, dan menggeser objek yang tersedia.

pentingnya-custom-map-game-mario-maker

Dengan membiarkan pemainnya membuat konten sendiri, developer berpotensi punya konten yang tidak terbatas untuk game-nya. Lalu karena punya konten yang sangat banyak dan sepertinya tidak akan habis, para pemain selalu punya alasan untuk terus bermain dan mencoba semua konten yang ada. Akhirnya game tersebut punya ekosistem serta komunitas yang aktif dan terus memberikan konten baru.

Sebagai contoh, saya sekali lagi akan menggunakan Super Mario Maker 2. Dua minggu sejak rilis di akhir Juni 2019 lalu, Super Mario Maker 2 sudah menampung lebih dari dua juta level, semuanya dibuat oleh pemainnya sendiri. Itu berarti ada lebih dari dua juta level yang bisa kamu coba dan mainkan.



Beberapa di antaranya mungkin biasa saja dan tidak menarik, tapi tidak sedikit juga level kreatif dan menantang yang mungkin tidak terpikirkan oleh Nintendo sendiri selaku kreator game tersebut.

Jika kamu mengunjungi YouTube, beberapa channel juga punya konten khusus untuk memperlihatkan kebolehan mereka melewati level-level gila di Super Mario Maker 2. Dari situ, pemain yang penasaran mungkin akan mencoba memainkan level yang sama. Artinya makin banyak pemain yang tetap atau kembali bermain Super Mario Maker 2, atau membuat level baru yang lebih menarik.

Dengan siklus tersebut, komunitas pemain Super Mario Maker 2 ini bergerak dengan sendirinya, dan Nintendo hanya perlu menambahkan fitur baru yang memberikan pemainnya alat tambahan untuk berkreasi seperti update Zelda yang rilis akhir tahun 2019 lalu.

Memang, seperti yang kami sebutkan di atas, membiarkan pemain berkutat dengan alat kreasi di sebuah game punya risiko munculnya konten yang tidak layak atau justru merugikan sebuah game. Tapi dengan moderasi yang tepat dan tegas, potensi engagement yang diperoleh dari kreasi para pemain ini sangatlah besar dan.

Tempat Lahirnya “The Next Big Thing

pentingnya-custom-map-game-dota-allstars

Terkadang, beberapa pemain yang kreatif dan visioner mampu memanfaatkan fitur Mod atau Custom Map dengan cara yang tidak disangka. Masih dengan Mario Maker 2, kami pernah mengangkat cerita di mana ada pemain yang membuat level berupa sebuah kalkulator sederhana. Level ini melenceng dari tujuan sebuah level Mario yaitu platformer, tapi idenya sangat unik dengan eksekusi yang kompleks sehingga diapresiasi banyak orang.

Itu mungkin satu contoh di mana seorang pemain menggunakan fitur Mod atau Custom Map dari sebuah game dan membuat sesuatu yang berbeda. Dalam kasus paling ekstrem, pemain ini justru membuat game sendiri melalui Custom Map. Karena unik, menarik, dan dikelola dengan baik, “game” yang awalnya hanya sebatas Custom Map tersebut kemudian menjadi game yang berdiri sendiri bahkan menjadi pionir sebuah genre.

pentingnya-custom-map-game-dayz

Contoh di mana sebuah game lahir setelah berawal dari sebuah Mod juga tidaklah sedikit. Arma 2 punya Mod bernama DayZ yang karena sangat populer akhirnya jadi game yang berdiri sendiri. DayZ sendiri kemudian punya Mod berjudul Battle Royale. Sang kreator bernama PlayerUnknown pada akhirnya membuat game-nya sendiri, yaitu PlayerUnknown’s Battleground. Game tersebut kemudian jadi pemicu popularitas genre battle royale yang sekarang punya judul seperti Fortnite, Apex Legends, dan PlayerUnknown’s Battleground itu sendiri.

Hal yang sama juga terjadi di Counter-Strike yang awalnya adalah sebuah Mod untuk game klasik Half-Life. Bahkan Warcraft 3 yang kami singgung di awal artikel ini juga adalah tempat lahirnya salah satu game yang sangat populer yaitu Dota. Saking populernya, Dota kemudian melahirkan genre esports terbesar saat ini yaitu MOBA.

Buka Jalan, Lalu Jeli Dalam Melihat Peluang

pentingnya-custom-map-game-far-sight

Mod atau Custom Map tidak hanya memberikan sebuah game persediaan konten yang tidak terbatas. Kadang, satu dari ratusan, ribuan, atau bahkan jutaan Mod atau Custom Map yang dibuat oleh pemain ternyata adalah tambang emas yang siap diraup oleh developer game. Tapi tentu saja, sang developer harus jeli melihat potensi yang ada dan bertindak dengan cepat untuk merangkul kreator Mod tersebut.

Beberapa developer cukup jeli dalam hal ini dan tidak melewatkan kesempatan yang ada. Developer Arma 2 sadar akan popularitas dan potensi DayZ dan memisahkan Mod tersebut jadi game sendiri. Valve mengakuisisi Counter-Strike yang merupakan Mod dari game mereka, Half-Life.

pentingnya-custom-map-game-dota-2

Sayangnya, Blizzard gagal merangkul developer Dota, IceFrog. Ia kemudian diakuisisi oleh Valve sehingga lahirlah Dota 2 yang hanya bisa kamu mainkan via Steam. Saya rasa Blizzard hingga hari ini masih menyesal karena “kecolongan” atas hak kepemilikan Dota. Meskipun sebatas spekulasi, penyesalan itulah yang jadi alasan di balik kebijakan mereka di Warcraft 3: Reforged terkait Custom Map.

Kebijakan Blizzard untuk Custom Map di Warcraft 3: Reforged adalah semua Custom Map yang dibuat di dalam game ini adalah hak milik Blizzard sepenuhnya. Jadi jika kamu punya ide cemerlang yang menggunakan fitur Custom Map Warcraft 3: Reforged, Blizzard bisa saja mengambilnya tanpa memberikan kompensasi sama sekali ke pemilik Custom Map tersebut. Lalu jika kamu pernah membuat Custom Map keren di Warcraft 3: Reforged dan ingin mewujudkan ide tersebut di platform lain, Blizzard berhak menuntutmu.

Salah satu alasan kuat di balik kebijakan ini tentu saja Blizzard sepertinya tidak mau kecolongan lagi seperti yang terjadi pada Dota dulu. Tapi kebijakan ini justru membuat pemainnya enggan menggunakan fitur Custom Map dan berkreasi dengan ide mereka. Ini karena apapun yang mereka buat mungkin tidak akan mendapatkan imbalan atau pengakuan yang layak. Bukannya menjamin tidak akan melewatkan ide brilian yang ada di Custom Map mereka, kebijakan tersebut malah membuat ide apapun tidak akan pernah muncul, paling tidak di platform Warcraft 3: Reforged.


pentingnya-custom-map-game-auto-chess

Ada satu hal yang menarik dan ironis dalam kebijakan Warcraft 3: Reforged ini. Saat Blizzard berusaha agar tidak lagi kecolongan ide cemerlang, Dota 2 yang awalnya sempat mereka “miliki” justru membuka lebar pintu Mod dan Custom Map via fitur bernama Arcade Game. Melalui fitur ini, di tahun 2019 lalu sebuah game bernama Auto Chess lahir dan jadi sangat populer.

Popularitas tersebut kemudian melahirkan genre baru yaitu Auto-Battler. Banyak developer yang kemudian membuat game Auto-Battler versi mereka sendiri. Valve punya Dota Underlords, Tencent punya Chess Rush, Riot punya Team Fight Tactics, dan seterusnya. Blizzard sendiri bahkan ikutan (dan sekali lagi cukup terlambat) dengan Battlegrounds di Hearthstone. Sekali lagi, sebuah genre game baru lahir dari sebuah Mod yang diciptakan oleh pemain, dan auto-battler tentu tidak akan jadi contoh terakhir untuk ini selama developer mau membuka jalan untuk kreativitas para pemainnya melalui fitur Cusom Map mereka.


Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments
Kaoru

Hmmm...