Quantum League Hadirkan Aksi Shooter Kompetitif dengan Manipulasi Waktu


Fitur time loop dalam Quantum League berpotensi jadi elemen strategi menarik. Akankah game ini sukses atau tenggelam seperti LawBreakers?

Multiplayer shooter termasuk salah satu genre game paling populer di dunia. Itu wajar, karena memang beradu tembak virtual bersama teman-teman rasanya menyenang sekali. Bagi developer pun menguntungkan, karena game seperti ini biasanya dapat dimainkan untuk waktu lama, dan mereka bisa terus menjual sejumlah item virtual seperti weapon skin , karakter, dan kostum baru.

Meski demikian tidak semua game multiplayer shooter dapat sukses di pasaran. Justru karena begitu populernya genre ini, para gamer jadi punya banyak pilihan. Mereka bisa sangat mudah berhenti main satu game bila dirasa kalah dengan game saingannya, seperti kasus LawBreakers yang sempat digadang-gadang jadi rival Overwatch tapi ternyata langsung tenggelam.

Sumber: Steam

Kali ini muncul satu lagi game shooter kompetitif baru dengan judul Quantum League. Dikembangkan oleh developer asal Argentina yaitu Nimble Giant Entertainment, game ini punya keunikan berupa mekanisme manipulasi waktu. Nimble Giant Entertainment menyebutnya sebagai “time paradox shooter”, di mana setiap pemain akan baku tembak di dalam kondisi time loop.

Time loop berarti ronde permainan akan terjadi berulang-ulang. Ketika sebuah loop berjalan, pemain bisa melihat aksi milik dirinya sendiri di masa lalu atau masa depan, kemudian melakukan berbagai hal untuk mempengaruhinya. Kita seolah-olah sedang “bekerja sama dengan diri sendiri”, namun dari periode waktu yang berbeda.

Untuk gambaran lebih jelasnya, kamu bisa tonton video trailer di akhir artikel ini.

Quantum League memfasilitasi pertarungan 1-lawan-1 dan 2-lawan-2, tapi berhubung kita juga akan melihat aksi para pemain dari masa lalu dan masa depan, pada praktiknya jumlah karakter yang terlibat aksi di layar akan lebih banyak dari itu.

Sumber: Steam

Elemen time loop ini membuat Quantum League jadi punya aspek strategi unik yang membedakannya dari game shooter kompetitif lainnya. Kemungkinan, elemen taktik itu bisa jadi daya tarik yang menjadikan game ini populer. Tapi Quantum League tetap harus bersaing dengan sejumlah judul besar yang sudah ada. Apalagi gaya visualnya cukup mirip dengan Overwatch, sudah jelas kedua game tersebut akan dibanding-bandingkan nanti.

Nimble Giant Entertainment akan membuka sesi open beta gratis untuk Quantum League di Steam, pada tanggal 21 Februari hingga 2 Maret. Kemudian mereka berencana merilis game ini dalam versi Early Access di dalam tahun 2020 ini. Bagaimana menurutmu, apakah Quantum League bisa jadi game shooter kompetitif yang sukses, ataukah hanya akan mengikuti jejak LawBreakers?


Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments
Ayyub Mustofa

Jarang main game sampai tamat kecuali untuk review. Menyukai hampir semua genre, dan hingga kini masih menunggu kemunculan Megaman X9.