Ezio Auditore merupakan salah satu karakter paling ikonik dalam sejarah game. Bahkan buat saya pribadi, Ezio merupakan karakter utama terbaik sepanjang seri Assassin’s Creed meluncur. Karakter yang satu ini begitu mengena di hati karena Ubisoft menjadikan kisah Ezio ke dalam tiga game.
Kita sebagai gamer diajak untuk berpetualang sebagai Ezio muda hingga masa tuanya sebagai seorang master assassin. Setelah sebelumnya kita membahas mengenai profil Sam Porter Bridges dari game Death Stranding, Gimbot tertarik untuk membahas Ezio.
Lantas kira-kira bagaimana saja perjalanan Ezio untuk menjadi seorang assassin? Mari kita bahas profil singkat Ezio sekarang!
Berandalan Hingga Usia 17 Tahun
Ezio merupakan seorang anak banker yang super kaya di Florence, Italia dalam seri Assassin’s Creed 2. Selama menjadi seorang remaja, Ezio banyak menghabiskan waktu berbuat onar dan hal yang paling sering dia lakukan adalah tawuran dengan sesama anak muda di sana.
Singkat cerita, ternyata ayah Ezio, Giovanni Auditore ternyata merupakan seorang assassin di Italia. Itulah yang pada akhirnya mengubah seluruh hidup Ezio di mana semua keluarganya diburu oleh para Templar.
BACA JUGA: Akhirnya Diumumkan, Ini Beberapa Hal Menarik dari The Outlast Trials!
Ayah dan dua saudara laki-lakinya, Federico dan Petruccio akhirnya ditangkap dan dihukum mati. Ezio menyaksikan sendiri hukuman mati tersebut. Beruntung pada akhirnya dia bisa melarikan diri bersama ibu dan adik perempuannya. Sejak itu pula Ezio pindah berlindung di kota pamannya, Mario Auditore di Kota Monteriggioni, Tuscan. Tempat itu bernama Villa Auditore.
Dilatih dan Berkembang Menjadi Assassin Tangguh

Kematian ayah dan dua kakak laki-lakinya membuat Ezio terpukul. Beruntung ada pamannya, Mario yang mau melatihnya dan mengubahnya menjadi seorang assassin. Sudah dianggap mahir menguasai teknik bertarung, Ezio mulai melancarkan aksi untuk menundukkan petinggi Templar yang membunuh ayahnya, Rodrigo Borgia.
Dalam perjalanannya ini Ezio menemukan kenyataan bahwa Templar memang ingin menguasai Italia. Petunjuk ini dia dapatkan dari pendahulunya, Altair Ibn-La’Ahad melalui codex-codex kuno yang tersebar di Italia.
Tapi di penghujung Assassin’s Creed 2, Ezio melakukan sebuah kesalahan. Benar, dia membiarkan Rodrigo kabur dan beberapa bulan kemudian, Rodrigo bersama anaknya, Cesare Borgia melakukan serangan balik ke Villa Auditore.
Villa hancur, ibu dan adiknya menghilang, Ezio terluka parah. Ini bisa dibilang titik terendah kedua dalam kehidupan Ezio selama Assassin’s Creed. Perjalanan ini bisa dilihat di game Assassin’s Creed: Brotherhood di mana Ezio yang tak punya siapa-siapa berusaha keras menjadi orang berpengaruh dalam menghancurkan pemerintahan Borgia. Pada akhirnya, Ezio berhasil menyelamatkan Italia dan membuat negara tersebut mendapatkan kebebasannya kembali.
Menjadi Seorang Master Assassins Hingga Wafat di Usia 65 Tahun
Setelah kehidupannya di Italia, gamer diajak oleh Ubisoft untuk melihat Ezio di usia tua tepatnya di game Assassin’s Creed: Revelations. Di sini Ezio memulai perjalanan ke Turki untuk mencari jejak dari Altair dan mempelajari jejak assassin sebelum dirinya.
Dari sinilah akhirnya Ezio mengetahui bahwa di dalam perpustakaan milik Altair, terdapat rahasia besar di mana jasad dari Altair berada di situ bersamaan dengan kunci Benteng Masyaf. Petualangan ini merupakan petualangan terakhir Ezio Auditore.
Usai melalang buana ke Turki, Ezio pension sebagai assassin dan tinggal di sebuah vila di Tuscan bersama istrinya, Sofia Sartor dan dua anaknya, Flavia serta Marcello. Ezio tutup usia akibat serangan jantung dan meninggal di usia 65 tahun di kota kelahirannya, Florence.
