Guerrilla Games bisa dibilang merupakan salah satu studio andalan milik Sony selain Sucker Punch dan Naughty Dogs yang fenomenal. Berbekal kesuksesan saat menggarap Horizon Zero Dawn, nama Guerrilla Games kini semakin diperhitungkan di industri game.
Tentu sama seperti yang lain, kesuksesan tak datang begitu saja kepada studio yang berasal dari Belanda ini. Ada perjalanan yang cukup panjang dan berliku sampai akhirnya Guerrilla Games mengecap sebuah kesuksesan yang begitu luar biasa.
BACA JUGA: 5 Console Portable dengan Penjualan Paling Laris
Di pembahasan profil singkat kali ini, Gimbot bakal mengajak para pembaca untuk mengenal sedikit mengenai Guerrilla Games dan perjalanan mereka di industri game sampai akhirnya diakuisisi oleh Sony. Berikut pembahasannya.
Awal Berkembang

Sebelum diakuisisi oleh Sony Computer Entertainment, Guerrilla Games merupakan anak perusahaan dari Lost Boys dan dioperasikan secara langsung di bagian Lost Boys Games tepatnya tahun 2000. Pengembang ini merupakan gabungan dari tiga pengembang game yang berbasis di belanda, salah satunya Orange Games yang didirikan oleh Arjan Brussee dan Digital Infinity yang didirikan oleh Arnout van der Kamp.
Selama dibentuk, lebih tepatnya tiga setengah tahun setelah dibentuk, Lost Boys Games merilis empat judul game untuk platform Game Boy Color dan Game Boy Advance.
Di pertengahan tahun 2003, perombakan perusahaan memaksa Lost Boys Game dijual ke perusahaan bernama Media Republic dan namanya diganti menjadi Guerrilla Games. Setelah berganti nama, Guerrilla Games mulai mengerjakan dua proyek pertamanya yakni Killzone untuk PlayStation 2 dan Shellshock: Nam 67 untuk PlayStation 2, Xbox, dan PC.
Kerjasama dengan Sony
Untuk Killzone sendiri, Guerrilla Games sukses menjualnya lebih dari satu juta copy di seluruh dunia. Kesuksesan ini lantas membuat Guerrilla diangkat menjadi salah satu pengembang eksklusif milik Sony Computer Entertainment di akhir tahun 2004. Selain Killzone, Shellshock:Nam 67 juga berhasil terjual 900.000 copy di seluruh dunia.
Di bulan Desember 2005, Sony Interactive Entertainment mengakuisisi secara penuh Guerrilla Games dari Media Republic untuk menjadikannya studio first party milik Sony. Diangkat menjadi anak Sony, Guerrilla Games makin bersemangat dalam membuat game.
BACA JUGA: Epic Games Store Akhirnya Bakal Gratiskan ABZU
Pada Oktober 2006, mereka meluncurkan Killzone: Liberation untuk PlayStation Portable. Kemudian disusul oleh Killzone 2 untuk PlayStation 3 pada Februari 2009 dan Killzone 3 untuk PlayStation 3 pada Februari 2011.
Sudah merasa puas dengan Killzone, Guerrilla Games kemudian mencoba IP baru yakni Horizon Zero Dawn. Ini merupakan IP baru pertama Guerrilla Games sejak tahun 2004. Dengan menggunakan engine Decima, Horizon Zero Dawn tampil ciamik.
