5 Pengembang Game yang Bangkrut Karena Keputusan Buruk


Sebuah kesalahan dalam memilih kebijakan akhirnya membuat para pengembang game ini masuk ke jurang kebangkrutan.

pengembang game

Kesulitan finansial pada dasarnya bisa menyerang perusahaan manapun termasuk perusahaan pengembang game. Biasanya kesulitan finansial datang karena perusahaan tidak memiliki langkah yang bijak dalam menangani masalah yang ada. Beberapa perusahaan pengembang game ini pernah melakukan sebuah kesalahan yang berujung pada bangkrutnya perusahaan tersebut.

Kebangkrutan ini semakin dibuat sedih karena yang gulung tikar justru merupakan perusahaan besar yang namanya sudah diperhitungkan di industri game. Gimbot kali ini ingin membahas soal pengembang game yang mengalami kebangkrutan.

Lantas siapa saja yang mengalami kebangkrutan? Berikut ulasannya!

THQ

Bagi para penggemar WWE, tentu bukan hal aneh lagi ketika mendengar nama THQ. Sebelum diambil alih oleh 2k, franchise WWE pada dasarnya digarap oleh THQ. Kualitas WWE yang digarapnya membuat game tersebut dilirik oleh gamer.

Tak hanya itu, THQ juga sempat bekerjasama dengan Nickelodeon, Disney, Pixar, dan DreamWorks. Tapi sayangnya, semua kerjasama itu tak membuat THQ lantas dianggap sebagai pengembang game level utama. THQ akhirnya mengutang sebesar US$50 juta.

Di tahun 2012, THQ menyatakan bangkrut dan harus melikuidasi semua asset. Nordic Games akhirnya mengakuisisi THQ pada tahun 2014.

3DO Company

Bagi yang tahu game Army Men di masa lalu, game tersebut dibuat oleh 3DO Company. 3DO Company sendiri dibuat oleh Trip Hawkins, orang yang mendirikan EA. Sayangnya keputusan 3D0 membuat sebuah teknologi bernama 3D0 Interactive Multiplayer di tahun 1993 menjadi awal kebangkrutannya.

BACA JUGA: Susah Selesai, Ini 5 Game RPG dengan Quest Terbanyak

Akhirnya 3DO menutup cerita hidupnya di tahun 2003 karena penjualan game-nya selalu tidak bergairah hingga sulit untuk balik modal.

Hudson

Logo lucu lebah dan game Bloody Roar. Ya, Hudson merupakan sebuah developer game yang dulunya pernah eksis khususnya di era PlayStation 1. Memulai debut di tahun 1973 sebagai toko yang menjual barang elektronik, Hudson mulai meluncurkan lebih dari 30 judul game tiap bulannya.

Hudson sebenarnya tidak mati seperti para pengembang game yang lainnya. Ketika bangkrut, Hudson dipaksa untuk membuat kebijakan Go Public hingga akhirnya dibeli Konami. Tapi sayangnya, di tahun 2011, Konami melikuidasi Hudson Soft.

Core Design

Core Design merupakan otak di balik game Tomb Raider pertama untuk PlayStation. Bahkan Core Design juga dianggap sebagai salah satu pengembang game terbaik tahun 90-an. Bahkan franchise Tomb Raider sendiri menjadi salah satu franchise besar.

Core Design, di balik kesuksesannya terus membuat Tomb Raider di platform seperti Dreamcast dan Game Boy Advance. Tapi sayang, game-game tersebut dapat pandangan yang buruk. Selain itu konflik internal juga membuat Core Design semakin sulit.

BACA JUGA: Mod Skyrim Ini Bikin Kalian Bermain Sebagai Anak Kecil

Konflik ini bermula dari adanya pembuatan dua buah tim. Tim satu adalah tim inti yang menangani Tomb Raider sedangkan tim kedua adalah tim yang khusus membuat game tak dikenal!

Tiger Telematics

Tiger Telematics memiliki kisah yang aneh dalam proses bangkrutnya. Pengembang game ini berhasil mengembangkan console bernama Gizmondo. Dalam perjalanannya, Tiger Telematics merilis console Gizmondo dan menghabiskan sejumlah uang demi hal-hal yang absurd.

Perusahaan itu mengadakan pesta mewah. Gizmondo sendiri gagal terjual kurang dari 25.000 unit yang tentu saja jadi yang paling buruk dalam sejarah game. Pengeluaran yang gila membuat Tiger Telematics gagal membayar jutaan dolar hutang mereka hingga bangkrut.


Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments
Will Ramos