Pro Evolution Soccer atau yang lebih dikenal dengan sebutan Winning Eleven oleh gamer 90-an telah resmi berganti nama menjadi eFootball. Game buatan Konami yang telah menemani pecinta sepakbola lebih dari 20 tahun ini memiliki tempat istimewa di hati para gamers pecinta sepakbola.
BACA JUGA: Analisis Karakter Shodan – AI yang Menebar Teror di System Shock
Dengan segudang keseruan dan kenangan tersebutlah lahir momen-momen tak terlupakan ketika bermain Pro Evolution Soccer.
5. Teriakan “Shuuuuuuto!!”
Siapa yang tidak kenal teriakan legendaris ini? Kala itu, komentator sepakbola di Winning Eleven memang hanya tersedia dalam bahasa Jepang, namun dari ribuan kata yang dilontarkan si komentator hanya ada satu kata yang diingat semua orang ketika menekan tombol kotak untuk menendang bola. “SHUUUUUUUTO!!!”.
4. Wajah Pemain Brazil, Jepang, dan Negara Lainnya Sama

Dengan keterbatasan teknologi pada saat itu, Konami berusaha keras memoles bentuk fisik pemain sepakbola di dalam game Winning Eleven. Secara bentuk fisik sih sudah oke, namun coba deh kamu perhatikan mukanya para pemain ketika di zoom, kamu bakal melihat para pemain berwajah sama. Jangan-jangan, Roberto Carlos dan Hidetoshi Nakata adalah saudara yang terpisah? Entahlah..
3. Roberto Carlos Sebagai Striker

Di dunia nyata, Roberto Carlos terkenal dengan kemampuan berlari dan tendangan yang kuat. Nah, begitu juga di game Winning Eleven! Roberto Carlos yang aslinya bermain sebagai bek sayap sering kali dipasang sebagai striker di dalam game. Alasannya? Karena tidak ada pemain musuh yang bisa mengejarnya saat membawa bola.
2. Adriano si Pemilik Shoot Power Mentok

Sama dengan di dunia aslinya, keahliannya Adriano dalam mencetak gol tercermin di dalam game Winning Eleven. Namun sialnya, Adriano di Winning Eleven terlalu imba! Dengan shoot power 99, kamu cukup menekan tombol kotak ketika bola berada di kaki Adriano dan bola hampir dipastikan melesat hingga sulit ditangkap kiper musuh. Well, mungkin Adriano adalah jelmaan Kojiro Hyuga.
1. One-two alias “Wancu”, Jurus Hokage Terlarang

Bukan kage bunshin atau rasengan, seandainya ada satu jurus yang mematikan di dunia ini maka one-two pada Winning Eleven merupakan contoh yang sempurna. Alasannya? Selain bikin mudah mencetak gol, one-two juga bikin hubungan pertemanan menjadi rusak. Tidak heran, skill ini sering diharamkan anak rental PS pada kala itu.
