Serba-serbi Loading Screen – Fungsi Hingga Pro dan Kontra

Loading screen bukan barang baru di industri game! Fitur yang satu ini salah satu fitur utama yang selalu ada di dalam game.


Serba-serbi Loading Screen Game

Perkembangan industri video game tentu telah menghasilkan banyak terobosan mulai dari sisi software hingga sisi hardware. Sisi software, yang paling berkembang adalah soal engine di dalam sebuah game yang bisa memproduksi jutaan polygon sehingga membuat visualisasi yang ada di dalamnya kian mulus bak menyerupai foto realistis asli.

Dari sisi hardware, kini console sudah memasuki era yang luar biasa di mana mereka kini menggunakan Solid State Drive (SSD) super cepat plus didukung oleh prosesor serta hardware lainnya yang membuat bermain game menjadi lebih nyaman. Jika bicara perkembangan game, berkembangnya sisi software maupun hardware tentu telah mengubah banyak hal salah satunya adalah soal loading screen.

BACA JUGA: Far Cry 6 Resmi Diumumkan! Ini Detail Menarik untuk Diketahui

Kecepatan SSD yang saat ini dimiliki PlayStation 5 dan Xbox Series X tentu akan mengurangi banyak waktu loading sehingga kalian tak perlu menunggu lama untuk bisa memainkan game. Namun tahukah kalian bahwa sebenarnya loading screen adalah salah satu hal penting dalam perkembangan industri game.

Membuat storage super cepat tentu akan membuat loading screen terdegradasi hingga salah satu fungsinya tidak akan berjalan optimal. Untuk masuk ke pembahasan itu, kami bakal membahasnya dari perkembangan awalnya hingga fungsi serta pro dan kontranya. Mari kita bahas satu per satu!

Munculnya Ide Soal Loading Screen

loading screen

Salah satu ide kenapa loading screen muncul adalah karena bagian ini sangat dibutuhkan oleh para programmer demi menciptakan game yang optimal. Fungsi utamanya adalah untuk memuat data atau menginisiasi data yang akan dimunculkan di screen selanjutnya. Dengan adanya loading, hal itu akan memberikan waktu agar program mengumpulkan satu per satu data yang nanti dimunculkan.

Biasanya, waktu loading yang lama sangat berhubungan dengan kemampuan hardware dalam mengumpulkan data-data tersebut. Semakin hardware baik, kemungkinan loading screen akan semakin cepat seperti demo yang ditunjukkan Sony soal PlayStation 5 beberapa waktu yang lalu.

Pada periode pembuatan video game tradisional, loading screen sering menjadi solusi untuk para pembuat grafis bekerja tanpa batasan dari sisi teknis. Aplikasi yang disediakan juga masih sangat sedikit. Di era visual 8-bit, Melbourne Draw menjadi pilihan para seniman pengolah grafis karena memiliki salah satu fungsi bernama zoom.

Namun sayangnya, tidak dijelaskan secara gamblang kapan mulai munculnya ide soal loading screen. Tapi, dalam sejarahnya, ada sebuah developer game yang pernah memegang lisensi soal loading screen yakni Namco. Hal ini bakal kita bahas secara terpisah.

Satu lagi, loading screen tidak hanya terpaku pada industri game saja melainkan juga pada software seperti sistem operasi atau sebagainya yang berkaitan dengan pengumpulan-pengumpulan data di komputer.

Fungsi dan Variasi

loading screen

Seperti yang sudah kami bahas di atas, fungsi dari loading screen adalah mengumpulkan potongan-potongan file menjadi satu untuk ditampilkan di layar selanjutnya. Dengan begini, nantinya video game bisa berjalan optimal karena semua data yang dibutuhkan untuk dikumpulkan sudah terpenuhi oleh sistem.

Meski di masa gaming tradisional loading screen hanya sebatas pada tulisan teks atau bar yang akan terisi penuh saja misalnya, hal ini berubah seiring perjalanan waktu. Semakin berkembangnya industri game, para developer semakin inovatif dalam menciptakan loading screen.

Seperti yang telah kami bahas sembilan bulan yang lalu, beberapa developer memiliki loading screen yang unik misalnya menjadikan waktu jeda permainan untuk memunculkan tips panduan bermain, statistik, atau teks yang masih berhubungan dengan game yang kalian mainkan.

BACA JUGA: 5 Cara Developer Membuat Loading Screen Dalam Game Lebih Menarik

Lalu yang tak kalah keren adalah loading screen yang dimiliki DOTA 2 di mana Valve menjadikan loading screen terasa dramatis dengan cara memperkenalkan setiap skuad sebelum pertarungan dimulai. Lalu adalagi seperti game Bayonetta yang membuat loading screen sebagai sarana untuk melatih combo yang dimiliki.

Variasi-variasi di atas hanyalah sedikit dari banyaknya loading screen yang hadir. Bahkan di masa lalu, Namco pernah memasukan mini games ke dalam loading screen mereka. Tidak hanya itu, paten soal mini games di dalam loading juga dimiliki oleh Namco dari periode 1995 hingga 2015.

Meski menimbulkan pro dan kontra karena akan membuat perkembangan di industri game macet karena hak paten ini, kenyataannya Namco tetap membiarkan developer yang memasukan mini games ke dalam loading mereka.

Semakin canggih zaman, maka semakin variatif juga loading screen yang diperlihatkan oleh developer. Mau yang lebih ekstrem? Rocksteady pernah membuat loading Batman Arkham Knight sama sekali tak terlihat! Kalian tetap bisa berinteraksi sana-sini namun sebenarnya kalian sedang masuk ke loading screen sebelum game ini membuka konten baru.

Selain itu, buat game story driven seperti The Witcher 3, CD Projekt Red menjadikan loading screen sebagai sarana untuk menjelaskan cerita yang sedang dialami oleh sang jagoan, Geralt of Rivia.

Pro dan Kontra

loading screen

Merasakan loading selama bertahun-tahun, tentu sebagai gamer kita mempertanyakan, kapan loading screen ditiadakan? Jawabannya adalah tidak bisa karena ini merupakan bagian dari perkembangan game itu sendiri. Meski tak bisa dihilangkan, namun saat ini kita sudah sampai di tahap untuk mempersingkat waktu loading yang muncul.

Ada atau tidaknya loading tentu menimbulkan pro dan kontra. Di satu sisi kita senang dengan tidak munculnya loading. Bahkan beberapa developer menganggap membuat tanpa loading screen adalah prestasi. Namun di sisi lain, akan ada sesuatu yang hilang juga jika loading dipersingkat atau ditiadakan sama sekali.

Pertama, yang paling terasa, loading memberikan jeda kepada gamer untuk beristirahat sejenak, minum, ke toilet, atau sekadar meluruskan tangan. Dipersingkat waktu loading akan membuat kita terburu-buru.

Kemudian yang kedua, loading biasanya memuat tips dan trik yang terkadang kita tidak sadari. Tips dan trik ini mau tidak mau sangat membantu kita yang kesulitan atau malas untuk membuka tutorial misalnya. Setidaknya soal tips dan trik yang hilang ini bukan diutarakan oleh saya melainkan oleh seorang ahli yaitu Ryan Shah dari studio indie bernama Kitatus and Friends.

Menurut Shah, terkadang gamer kesulitan dengan mekanisme permainan yang ada. Namun loading screen terkadang membantu untuk memberitahu gamer tips dan apa yang harus mereka lakukan. Di era console terbaru ini setidaknya akan sedikit demi sedikit terjawab apakah tidak adanya atau disingkatnya loading screen akan menjadi sesuatu yang signifikan? Atau meski dengan hardware super cepat, loading screen konvensional bakal tetap eksis? Biarkan waktu yang menjawabnya.


Azzizil Adam

Main game gak bakal bikin masa depan suram. Yang bikin suram adalah ketika lo malas berbuat sesuatu! Happy gaming.