Penerbit Franchise Game Modern Terbanyak, Ini Dia Profil Singkat Ubisoft


Yuk mengenal Ubisoft, salah satu developer dengan franchise game terbanyak dan mereka juga bagus dalam pengembangan ide game.

Profil Ubisoft

Ubisoft, bicara soal developer dan publisher game yang satu ini memang selalu menjadi hal yang menarik. Ubisoft menurut Gimbot merupakan salah satu developer yang idenya sangat khas dan cenderung baru. Ubisoft selalu berani mengambil risiko dengan membuat IP baru yang meskipun tidak selalu sukses namun selalu bisa diperbaiki hingga akhirnya diakui.

Ubisoft merupakan developer yang berpusat di Montreuil dan memiliki berbagai studio di seluruh dunia. Developer ini terkenal dengan seri Assassin’s Creed, Far Cry, Just Dance, Prince of Persia, Rayman, Raving Rabbids, dan Tom Clancy’s.

Di tahun 2018, Ubisoft sukses menjadi salah satu perusahaan game publik di Amerika dan Eropa yang memiliki pendapatan terbesar. Ubisoft berada di peringkat keempat di bawah Activision Blizzard, Electronic Arts, dan Take-Two Interactive.

Berdiri 1986 dari Kerjasama Kakak Beradik

Ubisoft

Keluarga Guillemot merupakan keluarga yang dulunya cukup terpandang dan bahkan bisnis mereka sudah mencakup beberapa provinsi Brittany di Barat Laut Prancis dan daerah sekitarnya bahkan hingga ke Inggris. Bisnis ini dikelola oleh lima anak dari keluarga Guillemot yakni Christian, Claude, Gérard, Michel dan Yves.

Kelimanya membantu penjualan, distribusi, akuntansi, dan manajemen. Itu semua dilakukan sebelum mereka masuk universitas hingga akhirnya selepas kuliah mereka melanjutkan membantu bisnis keluarga ini.

Bisnis pertanian yang sudah mulai berkurang membuat kelimanya berpindah model bisnis. Diawali dengan Claude yang menjual media audio CD, keempat yang lainnya berekspansi ke perangkat PC (hardware dan software) hingga video game.

BACA JUGA: Epic Games Store Gebrak Tahun 2020 dengan 3 Game Gratis!

Sebelum ke usaha video game mereka lebih dulu mendirikan berbagai usaha untuk menimba pengalaman hingga akhirnya setelah mereka matang dalam hal publikasi dan distribusi, barulah Ubisoft didirikan tepatnya pada 28 Maret 1986.

Menjadi sebuah developer game dan publisher baru tak lantas membuat Ubisoft menemui kesuksesannya. Barulah mereka menemui kesuksesan setelah Zombi dirilis di tahun 1987. Zombi terjual lima ribu copy dan sukses secara komersil serta penjualan. Sejak saat itu Ubisoft melebarkan sayapnya dan mulai berpindah-pindah kantor untuk menghindari biaya sewa yang cukup mahal.

Mendunia dengan Sejumlah Kerjasama

Ghost Recon: Breakpoint

Diangkatnya Yves Guillemot sebagai CEO Ubisoft membawa mereka ke tingkat kesuksesan yang tak disangka. Lompat ke tahun 1996, Ubisoft mulai mendirikan studio mereka sendiri seperti di Annecy, Shanghai, Montreal, dan Milan. Pengembangan studio ini dilakukan selama dua tahun dari 1996 hingg 1998.

Semakin naiknya laba perusahaan tak lantas membuat Ubisoft berdiam diri. Mereka justru membeli Red Storm Entertainment pada tahun 2000 yang membuat mereka mendapatkan hak kekayaan intelektual terhadap Tom Clancy yang cukup popular di Amerika. Hak kekayaan intelektual memang merupakan kekurangan Ubisoft. Tapi hal itu bisa mereka atasi dengan membeli sejumlah studio.

BACA JUGA: Game dengan Mekanisme Grappling Hook Terbaik!

Dengan dibelinya Red Storm, Ubisoft mengembangkan seri Tom Clancy’s Ghost Recon dan Tom Clancy’s Rainbow Six series. Ubisoft akhirnya bisa digdaya di pasar game Amerika Serikat setelah mereka bekerjasama dengan Microsoft untuk mengembangkan Tom Clancy’s Splinter Cell yang saat itu bersaing dengan Metal Gear Solid.

Ekspansi yang dilakukan Ubisoft terus berlanjut. Di tahun 2001 mereka membeli The Learning Company sehingga mereka mendapatkan lisensi dari Myst dan Prince of Persia. Ubisoft Montreal mendapatkan tugas untuk mengembangkan Prince of Persia: The Sands of Time yang dirilis pada tahun 2003.

Sejak saat itu Ubisoft terus berekspansi baik membeli studio, membuat IP baru, atau meningkatkan nilai saham mereka di pasaran. Ya, Ubisoft pada akhirnya besar seperti yang kita kenal saat ini.

Bertahan dari Gempuran Vivendi

Hal menarik terjadi di tahun 2017 di mana Ubisoft diincar oleh perusahaan media massa Prancis, Vivendi. Ya, Vivendi saat itu sedang getol-getolnya untuk mengakuisisi Ubisoft. Hal ini sejatinya sudah mereka lakukan dua tahun ke belakang tepatnya pada tahun 2015 di mana 10,4% saham dari Ubisoft dibeli. Tak mau sahamnya dikuasai orang lain, Yves menekankan jika dirinya akan mempertahankan Ubisoft demi mendapatkan kebebasan berkreatifitas.

Tak Cuma Ubisoft, Vivendi sukses mengakuisisi sahan Gameloft yang juga merupakan milik keluarga Guillemots. Mereka sukses mengakuisisi 30% saham dari Gameloft. Tak mau kejadian serupa menimpa Ubisoft, Yves Guillemot akhirnya meminta bantuan kepada para Investor di Kanada untuk meningkatkan jumlah saham mereka agar Vivendi tak bisa mencapai angka lebih dari 30%.

BACA JUGA: 5 Pasangan Kekasih Terbaik yang Muncul Dalam Video Game – Part 2

Di tahun 2016, Vivendi berhasil menguasai 20,1% saham. Banyak yang berspekulasi jika Vivendi sedang berniat mengambil alih Ubisoft namun mereka menepisnya. Singkat cerita, ekspansi yang dilakukan Vivendi berhenti pada 20 Maret 2018.

Ya, Vivendi berhasil didesak untuk menjual semua sahamnya kepada pihak lain dan setuju untuk tidak membeli saham Ubisoft selama lima tahun. Beberapa saham milik Vivendi terhadap Ubisoft dijual ke Tencent (sekitar 5% dari semua saham).

Di hari yang sama itulah, Ubisoft bekerjasama dengan Tencent sekaligus untuk memasarkan produk mereka ke pasar Cina. Pada Maret 2019, Vivendi melepaskan semua sahamnya di Ubisoft.

Punya Dua Engine Game Andalan

Ubisoft

Ubisoft dalam pengembangan game terkenal berkat Anvil Engine dan Dunia Engine. Anvil Engine merupakan engine yang digunakan khusus untuk game andalan mereka, Assassin’s Creed. Anvil telah mengalami perubahan dan yang paling kentara adalah Anvil Next di mana engine ini lebih detail dan superior dari segala aspek.

Sedangkan Dunia Engine adalah perpanjangan tangan dari Engine Cry yang dimiliki oleh Crytek. Dunia Engine digunakan untuk game seperti Far Cry yang memiliki tingkat visual yang cukup bagus untuk game-game sekelasnya sekaligus membuat Ubisoft bisa membuat game open world yang detail dengan sudut pandang orang pertama. Dunia Engine membantu Far Cry tampil ciamik dan diakui sebagai salah satu game dengan visualisasi terbaik yang pernah dibuat.


Azzizil Adam

Pencinta musik keras yang hobi main game! Orangnya fun, gak neko-neko.