[Opini] Mengapa Era PlayStation 1 Lebih Baik dari Era PlayStation 4


PlayStation 1 adalah salah satu console game lawas yang keberadaannya masih dikenang hingga saat ini. Di sana banyak sekali game-game keren yang menjadi bagian dari sejarah industri video game secara keseluruhan.

Akibatnya, tak heran jika PlayStation 1 layak dianggap sebagai console menurut saya sangat berjaya, bahkan sangat sulit untuk disaingi oleh console semacam PlayStation 4 sekalipun.

Saya yang pernah merasakan hingar bingar PlayStation 1 melihat ada banyak faktor yang membuat era keemasan PlayStation 1 terasa jauh lebih dahsyat dari PlayStation 4. Kenapa? Berikut ulasannya.

Developer Game Masih Berani Bereksperimen

Bisa dibilang, masa kejayaan PlayStation 1 mewakili era di mana para developer berani mengambil resiko untuk meracik formula game yang sifatnya eksperimental. Langkah yang mereka lakukan juga dibarengi dengan eksplorasi gameplay yang cukup luas. Hasilnya adalah banyak sekali genre-genre unik yang tersaji mulai dari arcade.

Game-game seperti Bishi Bashi Special, Pepsiman, dan Crash Team Racing merupakan hasil dari racikan-racikan para developer. Bisa dibilang, PlayStation 1 menjadi arena coba-coba untuk membuat game yang solid dan ikonik.

Meski dengan banyaknya keterbatasan, para developer yang ada selalu mampu memuaskan dahaga gamer. Itulah yang bagi saya membuat PlayStation 1 terlihat unik dan memorable.

Game yang Menekankan Totalitas Cerita Bukan Sinematik

Berapa banyak game PlayStation 1 yang punya cerita luar biasa? Jawabannya tentu saja ada banyak. Lantas berapa banyak game PlayStation 4 yang punya cerita luar biasa? Mungkin hanya beberapa.

Di masa lalu, salah satu keterbatasan yang ada di PlayStation 1 adalah soal grafik. Ya, grafik di console ini masih jelek bahkan jauh dari kata halus. Dengan keterbatasan inilah pada akhirnya developer-developer lebih menekankan kualitas dialog dan cerita yang mereka tampilkan.

Dengan memperbaiki dialog dan cerita, tentu saja para gamer langsung memiliki kesan tersendiri. Buat saya pribadi, di era game modern seperti saat ini sangat susah untuk mencari game dengan cerita sekeren seri Final Fantasy VII, Final Fantasy VIII, dan IX atau mencari game dengan cerita sedalam Breath of Fire IV misalnya. Di era modern, satu-satunya game dengan cerita yang menurut saya benar-benar mengesankan adalah The Witcher 3.

BACA JUGA: Preview Mortal Kombat 11 – Tampil Menjanjikan!

Hal ini dikarenakan game modern lebih menekankan faktor sinematik dengan grafis yang wah, lalu dibalut cerita yang mudah dicerna. Bandingkan dengan era game saat ini yang lebih mempercantik grafis dibandingkan cerita. Hasilnya adalah “Gila, grafisnya keren banget ya.” Setidaknya hanya itulah testimoni yang sering saya temukan.

Banyaknya game dengan cerita mendalam tentu saja membuat nama PlayStation 1 susah digeser dari otak para penikmatnya.

Multiplayer Simpel yang Mendalam

PlayStation 1

Yang membuat era PlayStation 1 lebih baik dibandingkan era PlayStation 4 adalah fitur multiplayer yang benar-benar sederhana. Tidak ada fungsi online, tidak ada matchmaking, hanya ada kamu dan tawa teman di sebelahmu.

Pada saat itu, salah satu fitur yang umum ditemui adalah split screen. Fitur ini merupakan fitur yang disematkan ketika main game multiplayer tertentu. Nantinya televisi bakal dibagi dua entah itu vertikal atau horizontal.

Meskipun terbatas, namun split screen harus saya akui membuat era PlayStation 1 selalu diingat. Bermain bersama teman ketika weekend menjadi kebiasaan yang tentu membawa kenangan tersendiri bagi para penikmatnya.

Bandingkan dengan era PlayStation 4, yang cenderung personal karena sudah pesatnya perkembangan internet yang ada. Selain itu, hilangnya fitur split screen di beberapa game juga terkesan menjengkelkan karena kita tak bisa mengundang teman untuk bermain.

Selain itu, PlayStation 1 juga punya budaya “multiplayer” jenis baru yang jarang direplikasikan kembali di zaman sekarang, yaitu Memory Card swaping. Game seperti Yu-Gi-Oh atau Monster Rancher menjadi salah satu game yang menawarkan model permainan semacam ini.

Biasanya untuk bermain dengan cara tersebut, gamer harus membawa Memory Card masing-masing untuk berduel dengan player lain yang juga harus membawa perangkat mereka sendiri.

Intinya, di zaman PlayStation 1, untuk bermain multiplayer, gamer harus duduk bersama dalam satu console dan satu televisi. Hal ini menambah kemeriahan tersendiri daripada era PlayStation 4 yang cenderung online serta individualis.

Rental PlayStation Menjamur

PlayStation 1

Di era PlayStation 1, salah satu hal yang paling mencolok adalah menjamurnya usaha rental game di hampir setiap sudut daerah. Maklum, usaha rental kala itu memang bisa meraup untung yang gila-gilaan. Modalnya? Cukup sedikit karena biasanya rental hanya membutuhkan console plus TV saja.

Harga yang dipatok saat itu tergolong murah yaitu sekitar 2 ribu rupiah per jam hingga paling mahal 3 ribu rupiah.

BACA JUGA: Game Keren yang Mendapatkan Respons Jelek Ketika Dirilis

Di era PlayStation 4, kita sebagai gamer sudah jarang sekali menemukan rental. Jika biasanya rental menjadi tempat untuk mengobrol seputar game yang sedang hits, kini untuk mengobrol hal mengenai games kita hanya bisa melakukannya di forum-forum internet atau sekadar menonton di Twitch.

Puzzle Susah yang Bikin Nagih!

PlayStation 1

Era PlayStation 1 lebih baik dari PlayStation 4 karena mayoritas game yang diracik memiliki puzzle yang luar biasa susahnya. Untuk bisa menyelesaikannya, dibutuhkan trial and error berkali-kali hingga akhirnya kita bisa menemukannya.

Masih terbatasnya internet juga membuat kita yang berada di Indonesia kesulitan untuk mengakses guide walktrough. Satu-satunya yang bisa diakses kita pada waktu itu adalah majalah-majalah game seperti Hot Game dan Zigma Omega misalnya.

Dengan puzzle yang sulit inilah, gamer mendapatkan feel yang mendalam. Bandingkan dengan game di era PlayStation 4 yang cenderung dibuat mudah dengan puzzle yang kurang menantang dengan alasan aksesabilitas. Meskipun demikian, beberapa game di PlayStation 4 kenyataannya juga ada yang mempunyai puzzle dengan tingkat kesulitan tinggi.


Seperti itulah beberapa opini saya mengenai era PlayStation 1 lebih dahsyat dari PlayStation 4. Kalian yang dulu sudah memainkan PlayStation 1 pasti mengerti dan merasakan penurunan ini seiring dengan berkembangnya teknologi di industri games itu sendiri.

Harapan saya adalah di era console generasi ke-9 kelak (PlayStation 5 dan Xbox berikutnya), para developer bisa menemukan kembali kehebatan mereka untuk meracik game seperti di masa lalu.


Like it? Share with your friends!

Leonardo da Lima
Penulis olahraga yang suka bermain games, disela-sela kesibukannya suka isi konten di Youtubenya, pendengar musik Dream Theater, dan punya cita-cita di endorse berbagai hardware PC!
Facebook Comments