Console Pertama Anak, Kenapa Lebih Pilih Nintendo Switch?


Ya, kenapa?

game nintendo switch

Memiliki console pertama adalah sesuatu yang luar biasa. Buat saya, console pertama adalah salah satu pencapaian tertinggi dalam hidup. Di masa lalu, console pertama saya adalah PlayStation 1. Ini merupakan salah satu console paling populer di masa lalu dan saat ini sudah menjadi legenda.

BACA JUGA: Ghost of Tsushima Susul Prestasi Gokil Minecraft di Jepang

Game seperti Crash Bandicoot, Nascar Rumble, Final Fantasy, The Legend of Dragoon, Legend of Legaia, Spyro, Suikoden 2, dan lain sebagainya menjadi sedikit banyak game PS1 yang saya mainkan. Tapi alih-alih melakukan jejak yang sama, saya lebih memilih Nintendo Switch sebagai console pertama anak saya.

Tentunya sebelum bulat memperkenalkannya pada Nintendo Switch, saya sudah mempertimbangkan beberapa hal. Akhirnya misi tersebut berhasil, ibunya pun tidak banyak komentar. Lantas kenapa harus Nintendo Switch?

Mudah Dibawa Ke Mana-mana

upgrade-nintendo-switch-oled-model-layak-tidak-kaki

Meskipun anak-anak saya bukanlah gadget addict, tapi ada kalanya di momen tertentu kita sebagai orang tua “terpaksa” memberikan smartphone untuk mereka. Karena Nintendo Switch mudah dibawa ke mana-mana, ketika terpaksa memberikan gadget, saya bisa memberikan console ini untuk dia mainkan.

Ini meminimalisir kecanduan smartphone yang tentunya akan berdampak buruk untuk anak-anak. Kenapa? Ketika memainkan console, seorang anak di satu titik akan merasa bosan. Sedangkan smartphone dalam banyak kasus serta penelitian membuat anak bisa kecanduan.

Suka dengan Fitur Parental Controlnya

game-online-nintendo-switch-clubhouse

Console yang lain juga sudah mengaplikasikan fitur parental control untuk memonitor dan membatasi anak-anak dalam hal tertentu saat bermain console. Tapi entah kenapa, saya tertarik sekali dengan fitur parental control Nintendo Switch yang bisa dioperasikan lewat smartphone kita.

Saya tidak tahu apakah console lainnya bisa melakukan hal yang sama seperti Nintendo Switch. Membatasi penggunaan console lewat smartphone akan meminimalisir perdebatan dengan anak kita yang terkadang susah disuruh berhenti.

Dengan kendali sepenuhnya ada di orang tua, kita bisa membatasi mereka sesuai dengan preferensi kita tentunya dengan menggunakan smartphone. Selain itu kita juga bisa membatasi mereka untuk mengakses berbagai konten yang ada di consolenya sehingga kita tidak perlu khawatir mereka nyasar ke mana-mana dengan fitur onlinenya.

Mayoritas Gamenya Ramah Anak

upgrade-nintendo-switch-oled-model-layak-tidak-lan

Mayoritas game Nintendo Switch ramah anak sehingga kita tidak perlu khawatir mengenai konten-konten buruk yang ada pada video game. Game seperti Mario Kart, Pokemon franchise, atau Animal Crossing adalah franchise besar yang ada di Nintendo dan franchise tersebut ramah anak.

Bahkan ketika anak kita mendapatkan referensi game lain dari Youtube atau temannya, kita tidak perlu khawatir. Bisa dibilang, mendapatkan game dengan tema dewasa cukup susah di Nintendo Switch bagi anak kecil. Bahkan saya bisa bilang bahwa console adalah console yang identik dengan anak-anak meskipun tetap harus dalam pengawasan, khususnya soal durasi.

Nintendo Switch Tetep Bisa Main di TV Dong!

Sharp

Harus diakui sensasi terbaik main video game tentunya adalah menggunakan TV. Console tersebut tetap mengakomodir hal tersebut. Ketika ingin memainkan game ini secara multiplayer, kita bisa mengajak anak untuk memainkannya di TV dan ini akan menjadi hiburan yang luar biasa tentunya.

Meski secara visual tidak seheboh dan sebagus console lainnya, sensasi gaming yang disajikan oleh Nintendo Switch tetap mengagumkan.


Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
Will Ramos