Impresi Grounded – Konsep Keren, Eksekusi Menyenangkan

Grounded membawa sejumlah hal menarik yang cenderung kurang digunakan di genrenya. Game ini berpotensi jadi game yang ramai dimainkan.


Impresi grounded

Grounded masuk sebagai salah satu dari 900 game yang bisa dicoba di ajang Steam Game Festival: Summer Edition 2020. Game besutan Obsidian Entertainment ini membawa sebuah konsep baru yang penuh dengan hal-hal menyenangkan. Kami yang penasaran akhirnya bisa mencoba game ini melalui platform Steam.

BACA JUGA: 5 Game Horor dengan Mode Multiplayer Rekomendasi Buat Mabar

Memiliki file demo sebesar 3GB membuat siapapun bisa mencoba tanpa khawatir ketikan mengunduh. Lantas apa yang kami temukan di game Grounded ini? Kenapa pada impresi pertama ini kami menganggap bahwa Grounded penuh dengan berbagai konsep baru yang menyenangkan? Kami bakal memberikan ulasan impresi kami mengenai game ini.

Sepintas Mengenai Grounded

Grounded

Buat yang belum tahu, Grounded merupakan sebuah game yang membawa kalian untuk bertarung dan berpetualang di sebuah halaman. Di sini kalian bisa memilih satu dari empat karakter yang ada yaitu Max, Willow, Pete, dan Hoops. Di sini gamer diposisikan menjadi manusia kecil yang seukuran dengan semut, itu artinya, hewan-hewan seperti laba-laba misalnya bakal menjadi ancaman bagi kalian.

Konsep menjadi manusia kecil ini juga diracik dengan elemen survival yang sangat kental sehingga membuat game ini menjadi semakin menarik apalagi menurut informasi, game ini akan lebih menonjolkan elemen co-op dibandingkan single player.

Konsep Baru, Dieksekusi dengan Benar

Grounded

Meskipun versi demo ini tidak lengkap dalam memberikan kontennya, namun kita setidaknya sudah tahu gambaran apa yang bakal dibawa oleh Grounded kepada para gamer. Grounded membawa hal menarik dengan eksekusi yang sangat rapi dan cukup fun. Sebagai game survival, kita diperkenankan untuk mengumpulkan berbagai bahan-bahan untuk crafting demi bertahan hidup.

Dari semua bahan-bahan yang dikumpulkan, kesemuanya tidak ada yang tidak berguna. Semua barang memiliki kegunaannya masing-masing mulai dari untuk mempertahankan hidup karakter sampai membuat kemah atau senjata demi bisa berlindung. Instruksi soal crafting juga dijelaskan sangat baik oleh game ini sehingga tidak menimbulkan kebingungan bagi para gamer yang kurang familiar dengan mekanisme ini.

Bicara soal survival, biasanya yang menjadi ancaman tentunya merupakan monster atau hewan-hewan buas. Namun Grounded mengubah itu semua! Di game ini yang menjadi ancaman kalian adalah hewan-hewan berjenis insect mulai dari kumbang, laba-laba, dan semut. Semuanya punya kelebihan dan kekurangan masing-masing.

BACA JUGA: Game Assassin’s Creed Terburuk Hingga yang Terbaik Versi Gimbot

Kehadiran hewan-hewan tersebut yang mengintip di balik semak belukar turut membuat kalian secara tidak sadar akan merasa terus menerus tidak aman. Konsep survival unik semakin dipertajam dengan kehadiran segudang aktivitas yang kalian lakukan. Setidaknya ada beberapa aktivitas yang membuat kami mengapresiasi game ini yaitu mencari makanan, air, dan memotong rerumputan.

Memotong rerumputan diperlukan untuk melakukan berbagai hal seperti mencapai sebuah objective tertentu hingga sekadar mengumpulkan resource. Namun jangan harap aktivitas memotong rumput akan mudah pasalnya untuk memotong rumput yang ukurannya jelas lebih besar dari kalian, diperlukan sebuah alat khusus.

Alat khusus ini adalah sebuah kapak yang dibuat dari gabungan beberapa bahan. Aktivitas ini menjadi aktivitas inti dari permainan Grounded. Semakin banyak mengumpulkan bahan dan melakukan crafting, semakin mudah aktivitas bertahan hidup kalian dan semakin cepat kalian terlindungi dari hewan-hewan yang siap memangsa.

Grounded

Kemudian soal makanan dan air, ini adalah konsep yang cenderung baru dan masih belum banyak digunakan oleh game-game co-op survival seperti ini. Kalian bakal disediakan sebuah bar meter berwarna merah dan biru. Biru untuk air sedangkan merah untuk makanan. Jika bar berkurang sampai habis, kalian tewas!

Dengan begitu, selain sibuk mengumpulkan resource untuk crafting dan bertahan hidup, gamer juga dituntut untuk mengumpulkan air serta makanan untuk perut mereka. Seakan belum selesai, untuk masalah air, gamer akan diuji kembali dengan jarangnya air bersih yang bisa didapatkan. Kalian yang mencoba memilih air kotor untuk dikonsumsi, siap-siap untuk merasakan sakit karakter kalian.

Air kotor adalah air kubangan lumpur yang sangat banyak dan bisa ditemukan sedangkan air bersih salah satunya adalah air embun. Detail kecil yang seperti ini harus diakui membuat Grounded terasa benar-benar unik dan potensial.

Kesemua konsep penting yang kita bicarakan tadi di atas dikemas dengan sangat rapi dan saling melengkapi. Saya merasa tidak ada yang tumpang tindih di sini. Semua terasa seimbang sehingga menghadirkan pengalaman yang fantastis.

Memberikan Definisi Baru Soal Survival Horror

Sebelum mencoba demo ini saya sempat ragu apakah benar game yang identik dengan warna warni bisa memberikan kesan mengerikan dan membuat gamer terus merasa was-was karenanya. Namun ternyata apa yang ditawarkan Grounded soal survival jauh di atas ekspektasi saya. Meski penuh warna dan terlihat lucu, sebenarnya Grounded sama sekali bukan game yang lucu.

Memiliki tampilan luar yang sama sekali tidak mengerikan, Obsidian kemudian mengemasnya dengan sound design yang ciamik. Sound design yang ditawarkan oleh Grounded adalah sound design penuh ketegangan yang bisa menciptakan rasa was-was kita ketika bergerak. Mereka memainkan salah satu hal besar dalam menciptakan ketakutan yaitu menyerang gamer melalui indera pendengaran. Mereka berhasil.

Kemudian apalagi yang membuat game ini mengerikan? Jawabannya adalah ketidak pastian. Memiliki tone warna cerah, siapa sangka jika rerumputan yang menjulang tinggi yang ada di hadapan kalian adalah halangan yang membuat kalian ketakutan.

Di balik rerumputan itu banyak ketidakpastian soal musuh apa yang sedang menanti kalian. Dengan memberikan kesan tidak pasti, melangkah pun sangat berat rasanya ditambah dengan banyak rerumputan, kesempatan kalian nyasar ketika kabur dari musuh berbahaya kian besar.

Kemudian hal selanjutnya adalah diberikannya konsep siang dan malam. Sebenarnya konsep perubahan siang dan malam sudah banyak digunakan oleh sejumlah game. Namun di genre horror, saya rasa sangat jarang sekali. Grounded menjadikan perubahan siang dan malam sebagai sarana untuk teror. Di siang hari, semuanya berwarna dan ancaman juga cukup minim. Namun di malam hari, semua berubah.

Grounded

Desain semut yang di siang hari akan biasa saja, di malam hari mereka akan datang dengan mata menyala, hewan lainnya juga akan jadi lebih agresif dan bisa menyerang kalian kapanpun saat kalian lengah. Ditambah minimnya pencahayaan juga akan membuat kalian lupa bahwa ini bukanlah game pure horror.

Dengan sejumlah elemen tersebut, Grounded mampu memberikan definisi baru soal horror bahwa sebenarnya horror bisa dibuat dan dieksekusi dengan konsep apapun tanpa melibatkan hantu, monster, atau sesuatu yang memang kita sudah tahu bahwa itu adalah hal jahat.

Kesimpulan

Meskipun tidak memberikan akses untuk multiplayer dalam demo-nya, Grounded namun mampu memberikan gambaran apa yang bisa kita lakukan di game tersebut. Grounded seakan membawa kita ke arah baru soal survival di mana di game itu kita juga diperkenalkan dengan konsep horror namun dengan gaya yang tidak biasa di mana setiap elemen yang ada sebenarnya bukan hal yang harus ditakuti tapi karena packaging rapi, kita jadi menakuti hal tersebut pada akhirnya.

Selain itu unsur crafting dan resource di dalamnya juga cukup dalam karena tidak hanya sebatas melakukan craft senjata, gamer juga bisa melakukan crafting pada tenda. Selain itu pressure yang diberikan Obsidian untuk menambah kesan survival melalui bar makanan dan minuman juga sangat patut diapresiasi.

Sejauh ini Grounded terlihat sangat menyenangkan dan harapannya sudah jelas bahwa mereka harus mengeksekusi hal-hal menarik dengan rapi di sisi multiplayer untuk membuat semuanya menjadi terasa fun.

Beli Grounded di sini


Azzizil Adam

Main game gak bakal bikin masa depan suram. Yang bikin suram adalah ketika lo malas berbuat sesuatu! Happy gaming.