5 Franchise Ikonik dari Ubisoft yang Membuat Perusahaan ini Makin Eksis


Dari sekian judul game yang Ubisoft rilis, mana yang paling konsisten kamu beli setiap tahun? Just Dance?

franchise ubisoft

Ubisoft Entertainment SA atau yang biasa kita kenal dengan sebutan Ubisoft, adalah perusahaan pengembang sekaligus penerbit asal Prancis yang didirikan pada tahun 1986. Publisher yang kerap diplesetkan gamer Indonesia dengan panggilan Ubi-Lembut ini ternyata merupakan perusahaan keluarga yang eksis berkembang hingga menjadi penerbit game AAA berskala internasional.

Baca Juga: Rekap Pengumuman Game dari Ubisoft di Ajang E3 2019

Lebih dari 30 tahun perusahaan yang didirikan oleh keluarga Guillemot ini eksis dan menjadi salah satu pemain besar di industri game. Jika kita melihat sejarah panjangnya ini dia 5 franchise Ubisoft paling laris yang membuat perusahaan semakin berjaya hingga saat ini.

Rayman

franchise ubisoft

Rayman telah mengalami perubahan yang cukup besar sepanjang sejarahnya. Game Rayman pertama adalah 2D platformer sederhana yang sangat menyenangkan untuk dimainkan di PlayStation, lalu merambah menjadi 3D platformer di sekuel berikutnya.

Keberadaan Rayman 3D ternyata membawa dampak besar bagi game patualangan yang menampilkan pahlawan tanpa lengan ini. Untuk beberapa alasan, seri ini akhirnya sempat stagnan hingga akhirnya Ubisoft merilis Rayman Origins pada tahun 2011 silam.

Pada tahun 2013 akhirnya Ubisoft merilis Rayman Legends yang menurut kami menjadi sebuah sekuel yang tepat dan game ini sukses memamerkan betapa menyenangkannya bermain game 2D platformer.

Prince of Persia

franchise ubisoft

Ubisoft awalnya tidak terikat dengan seri yang dikerjakan oleh Jordan Mechner ini, hingga akhirnya mereka merilis Prince of Persia: Sands of Time yang berjaya di era PlayStation 2 atau GameCube.

Meskipun kita belum melihat entri baru dalam 15 tahun terakhir, ini masih dianggap sebagai salah satu game actionadventure terbaik yang pernah ada dalam industri game. Bahkan game ini berhasil mendapatkan adaptasi film liveaction pada tahun 2010 yang dibintangi aktor hollywood, Jake Gyllenhaal.

Selain itu Prince of Persia juga menjadi salah satu inspirasi perusahaan dalam pengembangan franchise Ubisoft lainnya, yakni Assassin’s Creed.

Far Cry

Dalam perjalannya selama hampir 15 tahun, Far Cry telah berhasil berkembang menjadi sebuah game open world shooter terbaik dan sukses secara komersil.

Seri Far Cry biasanya melibatkan pemain yang harus bertahan hidup untuk mengalahkan para orang jahat dengan beberapa unsur seperti menjelajahi wilayah luas yang penuh dengan camp musuh, binatang buas, dan ada banyak senjata berlimpah di dalamnya.

Enam tahun belakangan ini, keberadaan karakter musuh utama yang karismatik dan psikopat kerap menjadi porsi yang sangat besar bagi game open world satu ini. Tidak heran jika wajah musuh di Far Cry selalu dijadikan sampul utama permainannya (kecuali Far Cry 1, Far Cry 2, Far Cry Primal, dan Far Cry 3: Blood Dragon)

Tom Clancy’s

franchise ubisfot

Splinter Cell, Ghost Recon, Rainbow Six, The Division, dan beberapa franchise Ubisoft bergenre military shooter kerap memiliki satu kesamaan, yakni label Tom Clancy yang tertulis di atasnya.

Tom Clancy sendiri adalah nama penulis fiksi militer ternama yang kini menjelma jadi brand Ubisoft setelah mereka mengakuisisi perusahaan milik Tom Clancy bernama Red Storm Entertainment. Karya beliau sendiri dikenal lewat adaptasi novel ke film seperti The Sums of All Fears, The Hunt for the Red October, dan lain-lain.

Mungkin beberapa dari kamu lupa bahwa franchise Tom Clancy’s ini sedikit banyak memiliki keterkaitan satu sama lain, meskipun masing-masing mempunyai gameplay unik mereka sendiri.

The Division dikenal karena telah memberikan pengalaman shooter coop yang solid dalam lingkungan kota Washington D.C yang futuristik dan kota besar lainnya.

Ghost Recon selalu sukses mencuri hati para gamer yang menyukai genre military shooter yang taktis, lalu Splinter Cell pada dasarnya dikembangkan sebagai sebuah genre stealth-action yang hendak menyaingi popularitas Metal Gear Solid milik Kojima.

Ubisoft tampaknya berniat menjaga nama Tom Clancy tetap hidup, karena memang ini merupakan sebuah franchise Ubisoft yang paling ikonik dan cukup terkenal. Jadi kami juga yakin perusahaan akan terus mengembangkan seri ini ketika konsol generasi terbaru berikutnya hadir.

Assassin’s Creed

Yang terakhir dalam daftar franchise Ubisoft paling ikonik kami adalah Assassin’s Creed. Franchise yang telah berjalan dalam 12 tahun terakhir ini memang telah mengalami banyak perubahan yang positif.

Well, beberapa orang mungkin mengatakan bahwa seri ini telah usang, namun hebatnya Ubisoft adalah mereka mampu terus memberikan penggemar pengalaman baru yang membuat setiap entri terasa berbeda dari yang sebelumnya (terutama untuk seri yang rilis dalam beberapa tahun terakhir ini).

Assassin’s Creed Origins dan Odyssey juta telah menjadi sebuah gebrakan baru untuk seria ini, di mana pengembang memilih open world RPG yang lebih tradisional dengan sistem leveling dan banyak sidequest.


Bonus: Just Dance

Well, saya tidak perlu berbicara panjang lebar untuk franchise game rhythm yang sangat konsisten satu ini.


Era